Pasuruan – Ancaman kerusakan tanaman padi akibat serangan Hama Penggerek Batang Padi (PBP) mulai diantisipasi petani di Dusun Kabunan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Pengendalian dilakukan agar serangan hama tidak meluas dan berdampak terhadap hasil panen petani.
Upaya tersebut dilakukan melalui Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Padi yang digelar Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini melibatkan Kelompok Tani (Poktan) Harapan Jaya Kabunan bersama petugas pertanian.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Gempol, Nur Cholilah, mengatakan serangan PBP di wilayah tersebut masih tergolong rendah. Berdasarkan pemantauan, tanaman padi yang terserang baru sekitar 2 persen dari total luas lahan kelompok tani.
“Serangannya masih sekitar 2 persen dari total luas kelompok tani. Karena itu, kami segera melakukan pengendalian agar hama tidak menyebar ke tanaman lainnya,” kata Nur Cholilah.
Menurutnya, langkah cepat tersebut tidak lepas dari laporan petani. Laporan mengenai adanya serangan hama telah diterima Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) pada Rabu (9/9/2026), kemudian ditindaklanjuti dengan pengendalian di lapangan pada Jumat.
“Petani harus melaporkan sejak dini. Laporan masuk ke BPP hari Rabu dan kami tindaklanjuti hari Jumat sebelum serangan semakin parah,” jelasnya.
Nur Cholilah menjelaskan, setiap laporan serangan hama juga harus melalui proses untuk dapat diteruskan ke Laboratorium PHPTPH. Setelah proses tersebut, langkah pengendalian dapat dilakukan berdasarkan kondisi serangan yang ditemukan di lapangan.
Pengendalian kali ini dilakukan dengan pemberian pestisida. Langkah tersebut ditujukan untuk menekan serangan PBP agar tidak berkembang dan merusak tanaman padi, terutama sebelum memasuki fase generatif.
“Tujuannya untuk mengendalikan dan mengurangi serangan Hama PBP agar tidak menyebar ke tanaman lain dan tidak mengakibatkan kerusakan tanaman padi sebelum masa generatif. Dengan begitu, diharapkan tidak menimbulkan kerugian hasil panen padi petani,” ungkapnya.
Yang menarik, pengendalian pestisida tersebut diberikan secara gratis kepada petani. Fasilitas itu diberikan karena penanganan dilakukan berdasarkan laporan serangan yang diteruskan ke Laboratorium PHPTPH melalui BPP.
Nur Cholilah juga mengingatkan petani agar tidak menunggu serangan hama menjadi parah. Pelaporan sejak dini dinilai menjadi kunci agar petugas dapat segera melakukan langkah pengendalian.
“Sehingga tanaman padi tetap terjaga dan potensi kerugian hasil panen dapat ditekan,” pungkas perempuan berjilbab tersebut. (KIM Pulung)
Berita Terbaru
-

Pasuruan - Pemerintah Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, terus mendorong penguatan peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan desa.
Upaya tersebut dilakukan melalui...
-

Pasuruan – Komunitas pemuda Kedamean, Arenda, menggandeng BNN Kabupaten Pasuruan untuk memberikan edukasi bahaya narkoba dalam rutinan sholawatan di Dusun Kedamean, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jumat (18/9/2026)...
Laporan Terbaru
-

Laporan APBDesa Kepulungan 2025
Report